Sabtu, 30 Oktober 2010

memaknai sumpah pemuda

Memaknai Sumpah Pemuda Secara Islami
Oleh : Soleh Hasan Wahid

Sumpah Pemuda,susunan kata yang sudah tak asing lagi di telinga kita.Kata yang tertulis di pojok kiri-bawah pada kalender-kalender pribumi Indonesia, tepatnya ketika lembar bulan oktober dibuka, sebagai tanda bahwa itu adalah hari besar yang harus diperingati.Betapa naifnya, sebuah peristiwa sejarah yang mempunyai andil begitu besar dalam perjuangan melawan penjajahan hanyalah merupakan tulisan kalender yang tak mempunyai makna apa-apa. Para pemuda saat ini mempunyai semangat persatuan yang begitu samar atau dalam islam biasa disebut dengan kesubhatan,dan yang paling parah adalah adanya golongan yang mengatakan bahwa Sumpah Pemuda hanyalah sebuah semangat kesatuan yang disebabkan adanya kolonialisme belanda,ikatan yang rapuh.ikatan yang bersifat emosional dan ikatannya bersifat temporal atau ikatan yang muncul sebagai pembelaan diri terhadap ancaman yang apabila ancaman sudah dianggap tidak ada maka ikatan tersebut melemah.
Sumpah Pemuda sudah dianggap sebagai sampah sejarah yang harus dibuang,Sumpah Pemuda sudah tidak relevan lagi.Mereka menyerukan bahwa hanya dengan semangat persatuan keislaman pemuda saat ini bisa bersatu.Sekilas, pendapat ini bisa dianggap benar, karena dalam islam memang mengajarkan tentang persatuan dan hal itupun di dukung bukti sejarah yang sangat kuat,namun mereka tidak menyadari bahwa Indonesia ini terdiri dari berbagai macam agama dan juga budaya,lalu jika untuk saat ini hal itu ditegakkan dan tanpa memperdulikan agama-agama lain apakah mereka akan dibuang begitu saja? Apakah mereka tidak akan melakukan pembelaan terhadap penindasan yang terjadi pada mereka?bukankah akan lebih mengakibatkan perpecahan yang lebih besar lagi?
Sebenarnya tidak ada salahnya jika kita memaknai Sumpah Pemuda melalui pandangan islam. Nabi SAW sendiri mengajarkan untuk menegakkan islam dan memerangi orang-orang kafir, akan tetapi yang dimaksud adalah orang yang menindas agama kita bukan semua orang kafir harus diperangi.Bukankah dalam kitab-kitab mengenai Jihad hal-hal ini sudah diatur? seperti tidak diperbolehkannya memerangi orang kafir yang telah mengadakan perjanjian damai dan mau membayar pajak terhadap negara,dan masih banyak lagi orang-orang kafir yang tidak boleh diperangi, Di dalam al-Quran pun juga diperintahkan agar menghormati agama lain,bahkan dalam kaidah fiqh pun juga dijelaskan bahwa jika ada dua hal yang sama-sama mempunyai madharat (bahaya)maka ambillah madharat yang terkecil.
Bagaimana jika seandainya kita (orang islam) memaknai Sumpah Pemuda sesuai dengan keislaman kita dan membiarkan agama lain memaknai Sumpah Pemuda sesuai dengan agamanya. Sebagai orang islam kita harusnya lebih berprasangka baik daripada agama lain,selain itu setiap agama pasti mengajarkan tentang perdamaian juga.Jika melihat bukti sejarah, persatuan model islam memang lebih kuat dan lebih berhasil,akan tetapi itu terjadi berabad-abad yang lalu,kita tidak melihat seperti apa rapuhnya islam sekarang ini.Apakah tidak lebih baik mengoreksi diri sendiri terlebih dahulu sebelum mengkritik orang lai? Bagaimana mungkin kita akan menegakkan persatuan secara islami kalau orang islam sendiri tidak bisa mengamalkannya?
Islam mengajarkan perdamaian dan Sumpah Pemuda sendiri juga mengandung unsur perdamaian.dalam perdamaian islami terdapat unsur dasar perdamaian yaitu karena seperjuangan dan seagama,sumpah pemuda juga mengandung unsur seperjuangan dan juga senegara,walaupun tak seagama tapi tetap mengandung unsur persamaan yaitu bahasa.Dalam islam mengandung unsur untuk memperjuangkan islam dalam sumpah pemuda juga ada unsur membela Negara, sedangkan membela negara dalam islam hukumnya wajib.
Sumpah pemuda terjadi pada tanggal 28 Oktober atau disebut juga tanggal keramat bagi para pemuda Indonesia,jika angka dua dan delapan dijumlakan maka hasilya adalah sepulu, sedangkan bulan Oktober sendiri adalah bulan kesepuluh,jika dikaitkan dengan al-Quran surat kesepuluh adalah surat yunus dan ayat kesepuluhnya adalah :
10. Do'a[671] mereka di dalamnya ialah: "Subhanakallahumma"[672], dan salam penghormatan mereka ialah: "Salam"[673]. Dan penutup doa mereka ialah: "Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin"[674]. (yunus : 10).
1.(671) maksudnya meminta sesuatu kepada Allah
2.(672) Maksudnya adalah segala puji bagi Allah
3.(673) maksudnya adalah selamat dari segala bencana
4.(674) maksudnya Allah adalah Tuhan semesta alam

Dalam surat ini terdapat ayat yang berarti sejahtera dari segala bencana . Dalam sejarah, setelah sumpah pemuda ini terjadi , semangat persatuan dalam diri pemuda semakin kokoh. Berselang beberapa tahun Indonesia menjadi negara merdeka, apakah tidak mungkin bahwa Allah telah memberi petunjuk atau bahkan manjadikan sumpah pemuda sebagai salah satu perantara bebasnya Indonesia dari bencana yang telah dialaminya selama 350 th yaitu penjajahan dan penganiayaan yang terjadi.

Sumpah Pemuda bukanlah suatu kesalahan,Sumpah pemuda yang mempunyai andil begitu besar dalam kehidupan warga di negara ini, tidak bisa dibuang begitu saja .Walaupun hanya sejarah tidak patut bagi orang-orang islam untuk mengkambing hitamkan Sumpah Pemuda, karena Islam tidak akan berkembang di indonesia ini tanpa adanya perjuangan pemuda-pemuda zaman dahulu,justru sikap seperti inilah yang akan menghancurkan persatuan.Saling mencari kebenaran diri sendiri dengan egoisme yang begitu tinggi dengan berdalihkan islam adalah kesalahan besar,padahal kualitas keislaman sendiri menurun.Fanatik agama memang baik,tapi kenyataannya sekarang, fanatik agama dijadikan dalil untuk memenuhi kepentingan pribadi yang sama sekali tidak mempunyai manfaat bagi kelompok ataupun kalangan islam, bahkan malah menambah perpecahan dalam islam sendiri.

Saatnya pemuda bangkit,para pemuda harus mampu membaca dunia, tidak hanya terbelenggu dalam kejumudan(tidak berkembang) yang hanya meng-ijtihadi perkara yang sudah di-ijtihadi melainkan meng-ijtihadi perkara yang belum di-ijtihadi.Indonesia akan hancur jika dihias dengan kerusuhan,teroris,dan korupsi.Indonesia adalah tanah air yang harus dipermak sedemikian rupa agar penduduknya merasa nyaman di dalamnya,bukan dipermak menjadi negara yang begitu menakutkan sehingga para penduduknya sendiri takut mendengar nama negaranya sendiri.waallhu a’lam

Mahasiswa uin malang fak.Syariah,smstr 1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar